Showing posts with label hubungan. Show all posts
Showing posts with label hubungan. Show all posts

Ini Akibat Hubungan Seksual di Luar Kehendak Wanita

Jemma Ewin, seorang perempuan asal Melbourne, Australia, memenangkan ganti rugi sebesar 500.000 dollar atau sekitar Rp 5 miliar karena menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan rekan sekerjanya.

Perempuan yang bekerja sebagai akuntan ini menghadiri pesta bersama rekan-rekannya pada tahun 2009. Ketika itu, rekan kerjanya, Claudio Vergara, melakukan hubungan seksual dengan Jemma di luar kehendak perempuan itu.


Di persidangan sebelumnya, hakim menyatakan bahwa Claudio melakukan hal itu karena pengaruh minuman yang ditenggak Jemma.

Menurut hakim, Claudio seharusnya sadar bahwa Jemma tidak ingin melakukan hubungan badan. Karena itu, ia dihukum membayar 200.000 dollar, sedangkan ganti rugi selebihnya 300.000 dollar dikenakan kepada perusahaan tempat keduanya bekerja.

Tentu saja Claudio naik banding atas keputusan tersebut. Namun, hakim Pengadilan Federal Australia pada Selasa (12/8/2014) mengukuhkan keputusan sebelumnya.

Meski demikian, Jemma tetap meminta agar kasusnya sendiri diproses sebagai perbuatan kriminal terpisah. Sejauh ini, Claudio Vergara belum dituntut secara kriminal atas perbuatannya melakukan hubungan seksual dengan Jemma di luar kehendak Jemma.

sumber:
kompas.com
Read More..

Progeria Sebuah Penyakit Karena Hubungan Sedarah

Ali Hussain baru berusia 14 tahun. Namun, tubuhnya amat lemah dan rentan, mirip kakek-kakek sepuh berusia 110 tahun. Sebuah penyakit unik dan langka membuat usia fisiknya menua 8 kali lebih cepat dari yang normal.


Dan malangnya ia tak sendiri, lima saudaranya -- 2 saudara lelaki dan 3 saudara perempuan telah meninggal dunia akibat penyakit yang sama.

Progeria, nama penyakit itu, disebabkan kesalahan kode genetik (terjadi mutasi), tepatnya kelainan protein (Lamin A) di sekitar inti sel.

Progeria menyebabkan penuaan dini secara cepat. Penderitanya rentan mengalami radang sendi, masalah mata, penyakit jantung, dan kebotakan.

Pasien progeria diprediksi tak akan hidup lebih dari usia 14 tahun. Meski risikonya mengerikan, Ali menolak untuk menyerah. Ia terus berharap.

"Aku benar-benar ingin hidup. Aku berharap ada obat di luar sana untuk kondisiku ini. Bukan kematian yang aku takutkan, tapi tak tega melihat orangtuaku, mereka sudah banyak menderita," kata bocah tabah itu seperti dimuat Daily Mail, 26 Agustus 2013.

"Aku ingin hidup lebih lama untuk mereka. Tak ingin menambah beban dan penderitaan mereka."

Ali dan keluarganya tinggal di Bihar, negara bagian paling miskin di India.

Karena Hubungan Sedarah

`

Orangtua Ali, Nabi Hussain Khan (50) dan Razia (46) adalah sepupu dekat. Keduanya adalah produk perjodohan 32 tahun lalu.

Empat anak mereka -- Rehana, Iqramul, Gudiya, dan Rubina meninggal akibat progeria antara usia 12-24 tahun. Anak kelima, seorang bayi yang meninggal kurang dari 24 jam setelah dilahirkan juga diyakini memiliki kelainan yang sama.

Nabi Hussain dan Razia dikaruniai 8 anak, hanya dua putri mereka yang sehat walafiat. Pertama, Sanjeeda (20) yang menikah dan punya 2 anak. Yang kedua adalah Chanda (10), tak ada tanda-tanda progeria dalam dirinya.

Saat putri pertama mereka Rehana lahir 1983 lalu, Nabia dan Razia sama sekali tak menemui keanehan. Hingga saat putri kecil mereka berusia 2 tahun, bocah kecil itu tak bisa berjalan dengan baik, juga tak bisa makan. Mereka pun membawanya ke dokter.

Namun, dokter yang mereka temui malah kebingungan, ia hanya memberi sejumlah obat dan membolehkan mereka pulang. Maklum, pregoria amat langka dan sangat sedikit didokumentasikan. Bahkan ada banyak dokter yang belum pernah mendengarnya.

Dua tahun kemudian, putra kedua mereka, Iqramul lahir. Ia menunjukkan tanda-tanda yang sama dengan kakaknya. Keluarga itu pun kembali ke dokter, tetap tak memiliki jawaban.

Nabi yang hanya bekerja sebagai penjaga gerbang pabrik dengan pendapatan sekitar Rp 300 ribu per bulan awalnya mengaku bingung. "Kami sama sekali tak pernah mendengar soal progeria, dokter tak pernah menyebutnya," kata dia.

Dia mengatakan, jika saja dokter memberitahukan bahwa anak-anaknya menderita masalah genetik dan bahwa kedekatan hubungan mereka ikut jadi faktor penyebab, "Kami pasti berhenti memiliki anak."

Dan meski belakangan mereka mengetahui diagnosisnya, tak ada yang bisa dilakukan. Progeria belum ada obatnya.

sumber:
liputan6.com
dailymail.co.uk
Read More..